PULAU KAYANGAN



Pulau Kayangan merupakan pulau koral yang paling dekat dengan Makassar, berbentuk bulat, berpasir putih, tidak berpenghuni, dengan luas mencapai 2 ha, termasuk dalam wilayah Kelurahan Bulo Gading Kecamatan Ujung Pandang. Berjarak 800 m dari Pelabuhan Soekarno Hatta, dan waktu tempuh ±15 menit dari dermaga Kayangan, dilengkapi dengan pelabuhan penyeberangan yang khusus diperuntukan bagi wisatawan yang akan berlibur di pulau ini, dengan biaya transportasi Rp. 20.000 perorang pulang. Perahu penyeberangan tersedia setiap 20 menit ke pulau dan membawanya kembali ke Makassar. Pulau ini dibuka hingga pukul 24.00 Wita.

Dulunya, pulau ini bernama Marrouw atau Meraux, dan dikelola sebagai resort dan tempat wisata bahari favorite sejak tahun 1964, Pulau ini juga mempunyai sistem keamanan 24 jam, didukung dengan fasilitas air tawar yang khusus didatangkan dari Kota Makassar. Pada tahun 2003 sempat ditutup, namun berselang beberapa bulan dibuka kembali. Saat ini, pulau kayangan telah direnovasi kembali dan dilengkapi sejumlah fasilitas tambahan agar memenuhi standar internasional.

Bagi masyarakat kota Makassar, pulau Kayangan sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kota ini. Tersedia berbagai fasilitas di pulau ini, seperti tempat penginapan, pondokan, panggung hiburan, restoran, gedung serba guna, ruang pertemuan, tempat bermain bagi anak-anak, sarana olah raga, dan anjungan memancing serta kolam renang. Tempat ini merupakan salah satu alternatif utama bagi wisatawan yang ingin menikmati wisata bahari di Kota Makassar.

PULAU LAE-LAE KECIL


Pulau ini dikenal dengan nama P. Gusung oleh masyarakat Makassar. Berjarak kurang dari 1,6 km dari kota Makassar, dengan luas 2 ha dan berbentuk memanjang utara-selatan. Posisi pulau ini berada diantara Pulau Lae-lae dan Pulau Kayangan. Sebelumnya pulau ini hanya merupakan sand barrier (pulau gosong) dan dibangun oleh Pengelola Pelabuhan Makassar sebagai pemecah gelombang, sekaligus melindungi kawasan Pelabuhan selama musim Barat (Desember-Maret).

Pulau ini todak berpenghuni, dan tidak ada dijumpai pohon besar, kecuali rumput laut dan jenis tanaman perdu pantai lainnya. Pulau ini sekarang, telah berkembang menjadi salah datu tujuan lokasi wisata bahari bagi penduduk Makassar, seperti wisata pemancingan, atau tempat berenang atau sekedar tempat bersantai. Tersedia fasilitas ttransportasi reguler dengan biaya Rp. 7.500 per orang sekali jalan.

PULAU LAE-LAE


Pulau ini berhadapan langsung dengan pantai Losari, berjarak 2 km depan pantai Makassar, dengan luas 11 ha. Secara administrasi, Pulau Lae-Lae termasuk Kecamatan Biringkanaya. Pulau ini berbentuk persegi empat dan terdapat bangunan penghalang gelombang yang memanjang relative Utara – Selatan pada sisi barat pulau. Konsentrasi penduduk merata, dengan jenis bangunan rumah panggung dan rumah batu. Dibangun tanggul mengelilingi pulau, menyerupai bentuk segiempat, dan pada sisi selatan terdapat bangunan pemecah gelombang yang memanjang relative utara-selatan. Pada perang Dunia II, pulau ini difortifikasi oleh tentara Jepang sebagai pertahanan udara dan laut.

Masyarakat mulai mendiami pulau Lae-lae  pada tahun 1950-an. Penduduknya telah mencapai lebih 1500 jiwa, umumnya sebagai pelaut dan nelayan. Sejak ikan jenis kerapu menjadi komoditi ekspor yang bernilai tinggi, semakin banyak nelayan Lae-lae mengusahakan penangkaran kerapu untuk ekspor. Tersedia fasilitas transportasi reguer yang menghubungkan pulau ini dengan kota Makassar, dengan biaya Rp. 5.000 per orang sekali jalan.

Fasilitas umum yang dapat kita jumpai di pulau ini, sudah cukup memadai, seperti sebuah instalasi listrik dengan 2 buah generator yang beroperasi antara pukul 17.30-21.00 Wita, sebuah dermaga kayu, mesjid permanen, Sekolah dasar, Puskesmas dan Posyandu serta saluran sanitasi untuk sebagian pemukiman penduduk. Kebutuhan akan air bersih, masih disuplai dari kota Makassar, sedangkan untuk kebutuhan sehari mereka masih menggunakan air dari beberapa sumur di pulau ini.

Perairan sekitar Pulau Lae-Lae relatif dangkal, atau mempunyai kedalaman kurang dari 7.5 meter, kecuali pada bangunan Pemecah gelombang di sisi Timur Laut dengan kedalaman perairan hingga mencapai lebih 9 meter. Bagi mereka yang menyenangi untuk sekedar berjemur dan memancing untuk hiburan, Pulau ini sebagai salah satu tempat ideal untuk dikunjungi. Walaupun di pulau ini tidak tersedia resort, tetapi beberapa rumah penduduk menawarkan untuk dijadikan guest house.

PULAU SAMALONA


Pulau Samalona, secara administratif termasuk Kecamatan Mariso, berjarak 7 km dari kota Makassar, selain terkenal dengan pantai pasir putihnya juga memiliki tempat pemancingan. Pulau ini relatif berbentuk bulat, luas lebih 2 ha, dengan jumlah penduduk mencapai 82 jiwa. Belum tersedia transportasi reguler ke pulau ini, namun demikian para wisatawan dapat menyewa kapal motor 40 PK dengan jumlah penumpang 10 orang, sebesar Rp. 300.000,- (pergi-pulang).

Konsentrasi penduduk merata di tengah pulau, dengan bangunan rumah panggung. Pulau ini cukup rindang dengan sejumlah pohon besar yang terdapat di pulau ini, seperti pohon cina, tammate, dan pohon kelapa sedangkan pada sisi baratlaut terdapat hamparan pasir putih yang cukup luas, oleh pengunjung dimanfaatkan sebagai tempat bermain pantai. Di pulau ini, dapat dijumpai juga sebuah kompleks makam tua yang dikeramatkan oleh masyarakat Samalona, letaknya di sisi Utara pulau.

Kondisi ekonoml masyarakat setempat bergantung dari sektor pariwisata yang berkunjung ke Pulau Samalona. Fasilitas Yang tersedia di Pulau ini berupa instalasi listrik dari PLN dengan 4 buah mesin Pembangkit listrik yang beroperasi antara pukul 18.00-22.00 Wita, dan bila hari libur hingga pukul 24.00 Wita. Di pulau ini terdapat pula satu buah mushallah yang merupakan bantuan dari wisatawan lokal. Terdapat sebuah sumur dengan kondisi air yang payau di bagian tengah pulau, beberapa rumah panggung milik penduduk yang disewakan, dilengkapi dengan MCK.

Perairan di sekitar pulau mencapai kedalaman diatas 10 m, pada sisi Barat Laut terdapat mercusuar, gosong terdekat berada pada perairan sisi Tenggara yaitu Taka Bako (± 2 km). Bagi mereka yang menyenangi kegiatan berenang, pantai Samalona merupakan salah tempat ideal, namun sejumlah spot snorkling dapat dijumpai di perairan bagian barat P. Samalona. Pulau ini, sehingga pulau ini menjadi salah satu tempat yang paling digemari oleh masyarakat kota Makassar untuk sekadar menikmati putih atau berenang.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Macys Printable Coupons